Translate

Kamis, 13 September 2012

Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia

Laut
Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia – Bagaimana mengatasinya? Masih adakah solusi terbaik? Untuk sejahtera, haruskah ki-ta merusak alam? Kita berpen-dapat bahwa saat ini adalah kesempatan untuk mengang-kat kesadaran tentang pen-tingnya lingkungan alam laut. Daerah kita sementara mem-persiapkan diri untuk WOC dan Manado menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu, saat ini adalah saat tepat untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan upaya pelestari-an dan perlindungan lingungan alam laut sekaligus untuk mempersiapkan dua events tersebut:
I. Cagar alam laut.
Barangkali perlu kita mem-buat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir mnyangkut cagar alam laut guna melindungi laut dan segala isinya, agar mereka berevolusi secara alamiah.
II. Suaka Alam laut.
Barangkali pula perlu mem-buat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir atau kepulauan untuk suaka alam laut agar semua yang dilindungi dalam wilayah cagar alam mendapatkan per-lindungan dari wilayah suaka alam, yang menjaga ekosistim di wilayah pantai atau pulau tertentu.
III. Zona Ekonomi Eksklusif.
Sumber daya alam di laut ki-ni semakin menjadi rebutan antar bangsa dan negara, apa lagi di wilayah yang tidak jelas aturan hukumnya. Karena itu barangkali perlu dipertegas atau diproklamasikan secara mondial zona ekonomi eksklu-sif kita, agar daerah-daerah perbatasan dengan negara te-tangga semakin jelas status yuridisnya dan dengan demi-kian terhindar dari masalah yang bisa muncul dari relasi dengan negara tertangga.
IV. Pengembalian mate-rial dari pantai.
Seperti aturan pengambilan pasir, kerikil, karang, kima, hu-tan bakau. Bukan hanya soal larangan tapi pemanfaatannya dan pelestariannya yang mem-butuhkan aturan dan kerjasa-ma serta kesadaran partisipa-tif masyarakat, agar tidak ter-jadi pengrusakan, abrasii dll. Suatu aturan hukum yang bi-sa memberdayakan masyara-kat yang membutuhkan mate-rial-material tersebut untuk pemenuhan kebutuhan kese-jahteraan mereka sekaligus ada upaya pelestarian, pemeli-haraan dan perlindungan. Hal ini dibutuhkan agar tidak ter-jadi pengurasan sumber-sum-ber alam laut, yang terdapat di laut maupun di dasar laut serta di pantai laut.
V. Persoalan Di Laut ternyata bersumber juga di darat.
Untuk melindungi lingkung-an alam laut dibutuhkan upa-ya-upaya untuk mengatasi se-dimentasi, sampah, tumpah-an minyak, mengatasi erosi, serta eksplorasi dan eksploi-tasi daerah pesisir pantasi .
Untuk itu perlu diimbau agar masyarakat semakin giatkan reboisasi atau reforestrasi di darat. Mencegah pengolahan lahan tidur secara serampang-an karena revitalisasi pertani-an, yang makin menyebabkan erosi upaya menciptakan re-boisasi, reforestrasi atau peng-hijauan, semuanya dimaksud untuk menciptakan ketahan-an air, ketahanan pangan, se-hingga tercipta daerah tahan longsor dan banjir.
VI. adanya Aquarium Samudra.
Di mana memperlihatkan ke-kayaan ikan di perairan laut kita, termasuk ikan-ikan pur-ba yang langka serta Hutan Wisata, yang terdiri dari pelba-gai jenis pohon di daeerah tro-pis ini, termasuk semua tana-man atau tumbuhan yang menjadi makanan pokok da-erah ini. Keduanya bisa men-jadi tempat tujuan wisata pa-da saat WOC dan Manado Ko-ta Pariwiisata Dunia.
Akhirnya, bila kita kaji lebih jauh, maka benarlah bahwa persoalan lingkungan hidup, bukan hanya sekadar soal pencemaran, sampah dan upaya penanggulangannya se-cara teknis praktis. Tapi per-soalan lingkungan adalah per-soalan yang terkait erat de-ngan pandangan hidup, sikap dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan alam. Kita berpendapat bahwa akar persoalan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hi-dup alam laut, terdapat pada pandangan kita terhadap alam. Bila pandangan kita be-nar dan baik, maka sikap, pri-laku dan tindakan kita terha-dap alam juga benar dan baik. Barangkali kita perlu melu-ruskan pandangan kita. Kita mestinya memandang lingku-ngan alam atau bumi ini ada-lah sahabat kita. Bahkan se-bagai ibu yang menghidupi ki-ta. Sebagaimana seorang anak harus sayang, hormat, akrab dengan ibunya, kita semesti-nya harus hormat, akrab, sa-yang kepada alam atau bumi yang disebut ibu pertiwi itu.
Demikian kita perlu kembali kepada solusi alam yang ada-lah ciptaan Tuhan, sahabat ki-ta, bahkan ibu pertiwi kita. Tu-han menciptakannya untuk kita. Semuanya kita boleh ‘makan’, kecuali yang satu ini, yaitu kita tidak boleh ‘makan semuanya sampai habis’. Kita juga diciptakan bebas. Untuk itu kita harus memilih: ‘hidup kita di perut bumi, atau bumi di perut kita.’
 Demikian Artikel Tentang Contoh Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar